Sudah 10 bulan berlalu sejak terakhir kali saya melabil di blog ini.
Time sure flies~
Tampilan posting Blogger juga agak berubah. Jadi lebih mirip Google Docs sedikit.
Well....
Oh ya, untuk yang belum tau... Alhamdulillah saya sudah melaksanakan akad nikah 13 Juli 2014 lalu dengan seorang sastrawan rupawan berdarah Brebes-Pekalongan, Muhammad Adi Nugroho. Kayaknya sih terkenal dengan panggilan Ijonk dan nama pena Ijonk Muhammad. Berusia 5 tahun lebih tua di atas saya. Saat ini pekerjaannya alhamdulillah sedang banyak; untuk pekerjaan tetap masih istiqomah sebagai content officer di selasar(dot)com, portal gagasan terbaru cailaahh. Mampir ya...bermutu dan aktual loh isi webnya...(padahal saya sendiri jarang banget mampir lol *ditoyor*)
Ini salah satu foto resepsi 16 Agustus 2014 lalu. Em, itu di foto sesungguhnya saya lagi melek ke kamera ko. Butuh perjuangan tersendiri untuk sekadar melek dengan bulu mata palsu yang berat itu...
Jangan tertipu dengan efek kamera ya. Saya aslinya nggak gendut seperti yang terlihat di foto ini loh, sungguh :( Tanya saja sama teman-teman di kampus...*iya vi iya*
Oh, did I mention that he's some kind of 'man of letters'? Why yes, saya jadi merasa tidak pantas berpuisi lagi sejak berjodoh sama dia hazek. Saya hanya rakyat jelata fakir ilmu persyairan dibandingkan dengan dia yang follower Tumblrnya sudah ribuan. Da aku mah apa atuh.
Nggak ding becanda. Sebenarnya sebelum nikah saya memang sudah diminta oleh (waktu itu masih ) calon suami untuk jangan mempublikasikan puisi atau karya apapun lagi yang berbau melankolis. Udah nikah ko masih galau. Lain halnya kalau saya sudah cukup handal dan melangit untuk berhasil membuat puisi yang memang "puisi" dengan identitas tokoh yang sudah sangat terpisah seutuhnya dari ketokohan sang penulis sendiri. Kalau belum, sampai kapanpun puisi apapun yang saya buat akan selalu terkesan sebagai "curhatan" tentang diri saya sendiri. Begitulah :)
Intinya, kecil sekali kemungkinan saya akan kembali menaburi blog ini dengan puisi atau semacamnya seperti dahulu kala. Tapi bukan berarti mustahil juga. Wallaahu A'lam...
Apa yang berubah setelah menikah? Not much. Kuliah ya tetap kuliah alhamdulillah... Rumah juga belum pindah alhamdulillah biar gampang ke kampus... Palingan makan mi instan aja jadi lebih dikurangi dibandingkan saat saya masih gadis dulu ahahaha. Selain itu...sejak nikah saya jadi kerap lupa tanggal dan skip ulang tahun orang-orang. Pengaruh dari Kak Ijonk yang sangat tidak peduli dengan tanggal ulang tahun, anniversary, apapun semacamnya. Lalu saya jadi lebih sadar alis (?) karena Kak Ijonk kepingin saya pakai pensil alis. Ya masalahnya itu, sadar doang tapi nggak dipakai-pakai itu pensil *ketawagaring*
Yang berubah secara drastis pastinya adalah kadar kebahagiaan hidup wetseeh. It's like, mimpi apa gue Februari lalu bisa kenalan sampai nikah sama ikhwan dengan keluarganya yang buaikkknya minta ampun kayak gini. Ibu mertua baaiiiikk banget sampai-sampai hampir mustahil bakalan bisa cemburu sama beliau karena doi sayang banget sama Ibu. Beneran loh para lelaki, sekeren apapun istri kalian, Ibu kandung tetaplah yang menjadi cinta pertama dan terakhir kalian :') Bapak mertua juga baik banget dan juga pihak yang paling insecure atas segala pergerakan saya sejak saya hamil.. Adik ipar juga baik dan toleran banget...semuamuanya lah baik dan nerimo banget terlepas dari segala kekurangan diri saya. Seinget saya, jadi saya juga cepet ngerasa nya'ah (sayang)nya kepada mereka (terutama ke Ibu) waktu lamaran 17 Mei 2014 lalu :)
Jadi saya cinta sama Kak Ijonk (*bukan panggilan sebenarnya* *pencitraan socmed*) karena dia dan keluarganya yang baik? Entahlah... Saya rasa alasan mencintai seseorang lebih sederhana ketimbang mencintai karena kebaikannya. Kalau cinta yaudah cinta aja. Jadi saya mohon kepada Kakak-kakak Ibu-ibu Bapak-bapak teman-temannya Kak Ijonk, tolong jangan tanyakan lagi kepada saya kenapa saya mau sama dia ya. Jelas-jelas saya yang harusnya lebih bersyukur karena dijodohkan dengan orang seganteng dia huekscuih ha ha ha
Sebenarnya, hal yang menghadirkan perubahan yang lebih signifikan dalam diri saya adalah kehamilan. Dulu saya berencana untuk mengikuti program KB hingga lulus kuliah namun ternyata KB sangat tidak direkomendasikan jika belum pernah punya anak. Jadi saya santai saja karena saya percaya Allaah akan mengamanahkan saya buah hati saat saya dan suami sudah siap. Kalau saya hamil cepat ya alhamdulillah akan bangga dan bahagia, tapi kalau belum rezeki juga masih santai saja, berarti dikasih waktu untuk pacaran lebih lama dulu sama Allaah hehe...
Dan ternyata, pada 9 September 2014 lalu tepat saat Mama saya sedang berulang tahun yang ke-46, alhamdulillah saya dinyatakan positif hamil. Yang paling senang tentu saja Kak Ijonk, karena doi lah yang paling HHC, kepingin banget saya hamil cepet akaka. Saat itu sudah masuk kuliah tahun ajaran baru. Masa adaptasinya luar biasa. Efektif membuat saya sangat memanfaatkan jatah bolos. Yaa saat itu yang dialami gejala-gejala biasa saat hamil sih, mual setiap saat dan muntah setiap hari...semua aroma masakan jadi berasa bau...eneg kalau lihat makanan yang bertumpuk (?) kayak makanan jualan di etalase atau danusan K*nisa gitu...mual lihat nasi...ngidam mi instan *okeinisihbukanngidam;p*, mual sama bau kulkas, dan muntah pasca mencium bau telor dadar.
Saat teman-teman mulai tahu saya hamil, muncullah selalu pertanyaan-pertanyaan standar seputar kehamilan--ngidam atau nggak, ngidam apa, gimana rasanya ngidam, gimana rasanya hamil, anaknya udah ketauan apa belum cewek-cowoknya, udah nendang-nendang belum, etc. Selain ngidam, semua pertanyaan tersebut adalah pertanyaan standar yang lebih tepat ditanyakan kepada orang yang sudah hamil 6-7 bulan. Saya masih hamil muda kawan-kawan, perasaannya masih begini-gini aja. Oh nggak juga ding. Saya jadi semakin sensitif dan rapuh hatinya *halah* sejak hamil. Makin posesif sama Kak Ijonk sampai rasanya pengen saya pasung aja dia biar nggak ke mana-mana ohoho. Padahal nggak boleh beremosi negatif selama hamil...kasihan dedek bayinya. Saya tahu ko. Jadi bagi yang berkenan untuk membuat saya selalu ceria, jangan sungkan-sungkan ya. Kalaupun poker face saya ini tanpa saya sadari masih tidak terlihat melengkungkan senyum di mata orang lain, ketahuilah bahwa hati saya tetap tertawa bahagia (?).
Mual dan ngidam saya rasakan saat usia kehamilan 1-2 bulan. Alhamdulillah memasuki usia 3 bulan mual dan muntah sudah sangat berkurang dan perut sudah terasa semakin kerash-kerash dan ada semacam kontraksi yang hitungannya sekitar beberapa puluh detik gitu~jadi sering dielus sampai ketahuan sama seorang dosen Psikologi Pendidikan ekeke. Saat ini sedang menuju usia 4 bulan alhamdulillah and I'm so excited!! Usia 4 bulan adalah saat ruh ditiupkan ke jasad bayi di perut. In syaa Allaah sebentar lagi sudah waktunya check up, mohon do'anya :) Tapi tetap di usia 4 bulan masih belum bisa ketahuan jenis kelaminnya di USG... Katanya sih paling cepat nanti waktu 5 bulan.
Namun berhubung saya akan UAS pada tanggal 8 Desember, sepertinya saya harus menunda check up saya (biasanya setiap tanggal 9-11). Mohon do'anya ya semua agar dedek bayi selalu sehat...sayanya juga sehat dan tetap waras walaupun UAS dan badai deadline tugas belum juga kunjung usai...dan Kak Ijonk diberikan kesehatan untuk selalu giat mencari nafkah dan mengasihi keluarga, aamiin...
Menuju bulan keempat, yay!!
-Syaninta
This is dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is dummy text. It is not meant to be read. Period.