Buried Treasures

Jenakanya diri kala tergidik oleh yang terpendam.

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Uncategories On My Way

On My Way

---

I wasn't there the moment you first learned to breathe
But I'm on my way, on my way

-On My Way, by Boyce Avenue

---

Kelopak mata terkatup-katup laksana mulut ikan mas berperut kosong. Buka, tutup, buka, tutup...
Bagaimana tidak, hal pertama yang menyapaku di pagi hari adalah hujan deras!
Rasa posesif terhadap selimut pemberian ayah merambat dengan ganas dalam dunia perseptualku.
Buka sedikit lubang udara dan voila, aku resmi terbungkus bagai kepompong dalam selimut kesayangan!

Ah, apa yang lebih baik selain memanjakan diri di Minggu pagi yang berhujan?

Selang beberapa detik, aku bangkit dari tempat tidur, mencampakkan selimut tercinta tanpa rasa iba
Pagi berhujan begini, oh, hampir saja aku melewatkannya! 
Aku terus mengutuk diri sendiri sembari berlari dan membuka payung yang kusambar di teras rumah,
hingga kudapati tomat-tomat kecil yang kutanam beberapa waktu lalu berpendar dalam bilasan air hujan.

Aku tersenyum simpul dan berkata dalam hati, "Selamat pagi, Peri Hujan!" 
Lalu apa? Kau pikir aku akan mengabadikan lukisan Tuhan yang begitu nyata di hadapanku ini,
dengan lantas menggunakan kamera telepon genggam dan mengunggahnya di insta--pa--yah apapun itu.
Tentu tidak, kecuali Sang Peri Hujan bersedia menampakkan diri dan balas memberiku senyuman terbaiknya

Aku sadar betapa pengkhayalnya aku, betapa jauhnya aku dari realita orang dewasa pada umumnya.
Betapa aku tak tertolong lagi, betapa keras kepalanya aku dalam mempertahankan tendensi ini
Betapa lebarnya senyum yang merekah di wajahku kala merenungkan kebanggaan ini,
rasa syukur yang tak terhingga bahwa aku adalah seorang pemimpi. Akut. 

Aku kembali memasuki singgasana pribadiku--yang sering kau sebut sebagai kamar tidur, barangkali... 
Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, bibirku melekukkan senyuman lagi.
Kau tahu, aku menempelkan mimpi-mimpiku di dinding singgasanaku dalam bentuk poster dan pigura
Kau akan dapati poster konstelasi, lukisan peri-peri dari krayon, karton bergambarkan peta kehidupan...

Memang mimpi-mimpi negeri dongeng, terlebih untuk seseorang yang tak lagi menginjak usia kanak-kanak. 
Namun jika ada seorang pendengar yang cukup baik dalam toleransi, izinkan aku mengatakan,
di atas semuanya, aku ingin menjadi pribadi yang sepenuhnya mengenali serta menguasai diri sendiri.
Faedah untuk orang lain takkan secara optimal tersalurkan tanpa polesan kebaikan dalam diri, tentunya

Aku ingin mengendarai roket menuju rasi bintang impianku,
Aku ingin bertemu dengan Peri Gigi yang kedatangannya paling tak disangka di antara peri-peri lainnya, 
Aku ingin membangun singgasana yang lebih besar bukan hanya untuk diriku sendiri, 
dan aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. 

Kau, yang telah tanpa sengaja berekspansi ke dalam duniaku, menginjak ibu jari kaki kananku
Seolah-olah menyeringai--bukan mengingkari konten impianku, melainkan mengeksplorasinya. Ganjil. 

"Kau boleh menulis sesukamu tapi kau tidak berhak memiliki penghapusnya"


---

I'll be there the moment you come out in white
Cause I'm on my way, on my way...

---

-Syaninta

Unknown
Add Comment
Sunday, October 6, 2013
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

About Admin Lycoris

This is dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is dummy text. It is not meant to be read. Period.

Related Posts

Post a Comment

Total Tayangan Laman

  • …

  • …

Weekly Posts

  • A Little Hi
    A Little Hi
    I just bumped into this oldie bloggie of mine, sneaked a peek to the profile and was like, well hello there my husband.............. And th...
  • My Heroes, My Home (Part 1)
    My Heroes, My Home (Part 1)
    "Home is where your heart is." -Anonymous --- Di saat saya seharusnya sedang mengepel teras rumah, entah mengapa saya mal...
  • Antara Kecintaan dan Inspirasi
    Assalaamu'alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh . Alhamdulillaah , senang sekali bisa kembali bercengkrama seorang diri di Blogger ...
  • Menuju Bulan Keempat
    Menuju Bulan Keempat
    Sudah 10 bulan berlalu sejak terakhir kali saya melabil di blog ini. Time sure flies~ Tampilan posting Blogger juga agak berubah. Jadi lebi...
  • Andante (1)
    Genre: Romance. Angst. Family.  --- Chapter 1: Little Lady  --- Ini merupakan sebuah rahasia kecil. Hanya Tuhan, aku, dan p...
  • Special Thanks (at the end of the special year)
    Special Thanks (at the end of the special year)
    Sebenarnya...saya berterima kasih untuk semua orang yang terlibat dalam kehidupan saya tapi beberapa ucapan terima kasih berikut ini khusus...
  • Rindu (Last Part)
    Rindu (Last Part)
    Dahulu kamu serius, kamu rengkuh erat dalam kognisimu  Seolah-olah tiada mahkota lain ranumi lapang pandang Kamu verbalisasikan setia...
  • "Aventure"
    "Aventure"
    AllĂ´ para bloggers, comment allez-vous ? Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama saya menghadi...
  • On My Way
    --- I wasn't there the moment you first learned to breathe But I'm on my way, on my way -On My Way, by Boyce Avenue ...
  • Step by Step: A Rocky Road to Hijab Syar'i (Part 1 of 2)
    Jilbab syar'i hanya untuk para "akhwat shalihah" dan aktivis saja? Yang berjilbab syar'i berarti aktivis Rohis atau semac...

Contact

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Copyright © 2014 Buried Treasures All Right Reserved
Created by Arlina Design