Buried Treasures

Jenakanya diri kala tergidik oleh yang terpendam.

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Uncategories Inside the Magnetic Field - Happy 20th Birthday Kak Pipit!

Inside the Magnetic Field - Happy 20th Birthday Kak Pipit!

Aku dan Kak Pipit, 2010 

"Nggak usah takut sama aku, Syaninta." 

Tiga kedipan. Mengapa ia berkata demikian? Aku hanya menunduk--ah, ya, berusaha untuk mengalihkan pandanganku lebih tepatnya--dan itulah lisan pertama yang terlontar darinya untukku. Aku lupa jawaban apa yang aku berikan; yang jelas, jawaban tersebut tampak membuat ia tertegun dan bahkan berucap lirih, "Serem....". Saat itu aku heran, apa mungkin raut wajahku sedemikian bengisnya hingga Kakak Rohis yang terkenal ramah dan seakan bersifat ferromagnetik terhadap segala kalangan adik kelas tersebut mengira bahwa aku takut padanya dan kemudian berkata "serem" padaku? 

Baik, maaf, semua sepenuhnya adalah kesalahanku. Akulah yang saat itu menarik diri, membangun dinding  tebal antara diriku dan segala hal--bahkan orang-orang--yang kurasa bukanlah "lapang pandang"ku hingga tak menyadari bahwa ada satu hal remeh dalam diriku yang harus lebih kusentak frekuensi dan intensitasnya.

Senyuman, demikian ia tuturkan. 

Aku dan Kak Pipit, 2011

Hangat. 

Kapan terakhir kali aku terlelap sembari memeluk seseorang seperti ini? Hmm, rasanya saat aku pernah terbangun di tengah malam karena bermimpi buruk dan bergegas memasuki kamar orangtuaku, menyusupkan badan mungilku di antara keduanya yang masih tertidur pulas, dan mendekap erat Mama hingga rasa kantuk kembali menghantam. Keesokan harinya pun Mama berkata sambil tersenyum jahil, "Pa, kayaknya semalam ada yang tiba-tiba pindah kamar dan nyempil-nyempil deh..." 

Bukan, kali ini bukanlah yang seperti itu. Ini bukanlah kamarku sendiri.  Ia bukan Mama. Aku tidak sedang terbayang-bayang oleh film horror hingga tidak bisa tidur sendiri. Aku tidak sedang berada dalam rundungan mimpi buruk. 

Dan aku memeluknya dengan mata terpejam hingga sang fajar menyapa. 

Aku dan Kak Pipit, 2012

"Assalaamu'alaykum. Selamat ya FIK UI nya." 

Aku tersenyum simpul. Aku baru saja menangis terharu dan ia menghubungiku melalui telepon untuk memberiku ucapan selamat. Aku melipat dahi dan tertawa kecil sebelum pada akhirnya mengutarakan sebuah respons. 

"FIK Unpad, Kak. Bukan FIK UI."

Aku dan Kak Pipit, 2013

"Adik unyu kacamata bauuuu :p Cantiiikkk :*" 

Senangnya. Ternyata Kakak masih bersedia meluangkan waktunya untuk mengirimkan sepatah sapaan  yang membuatku salah tingkah melalui via Whatsapp.

Mungkin aku memang bukan adik yang paling berkesan di antara jutaan kompi adik-adik Kakak lainnya yang bisa membuat Kakak ingin berbagi segala sesuatunya denganku dan sebisa mungkin mengusahakan untuk berjumpa raga denganku atau paling tidak saling berkomunikasi secara rutin.....sip, semakin terlampau dramatis saja ya bahasaku-_- Mohon maklumi si adik cengeng ini ya Kak, you know me so well lah hehe.

Kendati aku hanyalah salah satu dari sekian banyak partikel butiran debu yang terperangkap dalam daya magnetis Kakak (eaaa), perkenankan aku untuk mengungkapkan betapa aku merasa sangat sangat sangat beruntung dan bersyukur telah dipertemukan oleh seorang Kakak yang luar biasa lovable dan banyak mengambil andil dalam proses maturasi kepribadian dan perbaikan diriku semenjak tahun 2010. Kakak yang sanggup menjangkau sempitnya sudut pandangku dahulu kala. Kakak yang bersedia mengulurkan kedua belah tangannya untuk banyak adik hanya untuk menepis sendu dan menginduksikan positivitas. Kakak yang tak bisa membuatku cemburu lagi akibat telah terhabituasi dengan pemakluman terhadap realita bahwa aku bukanlah satu-satunya dan bukanlah yang terbaik untuk Kakak. 

Untaian kata-kata takkan kuasa sepenuhnya menarasikan kembali semua kenangan penuh cinta dan sedapnya ukhuwah Islamiyah bersama Kakak. 

Selamat berkepala dua, Kakakku tersayang, harta karunku, harta sejuta umat adik-adik di dunia dan akhirat. 


-Syaninta
Unknown
Add Comment
Monday, April 22, 2013
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

About Admin Lycoris

This is dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is dummy text. It is not meant to be read. Period.

Related Posts

Post a Comment

Total Tayangan Laman

  • …

  • …

Weekly Posts

  • A Little Hi
    A Little Hi
    I just bumped into this oldie bloggie of mine, sneaked a peek to the profile and was like, well hello there my husband.............. And th...
  • My Heroes, My Home (Part 1)
    My Heroes, My Home (Part 1)
    "Home is where your heart is." -Anonymous --- Di saat saya seharusnya sedang mengepel teras rumah, entah mengapa saya mal...
  • Antara Kecintaan dan Inspirasi
    Assalaamu'alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh . Alhamdulillaah , senang sekali bisa kembali bercengkrama seorang diri di Blogger ...
  • Menuju Bulan Keempat
    Menuju Bulan Keempat
    Sudah 10 bulan berlalu sejak terakhir kali saya melabil di blog ini. Time sure flies~ Tampilan posting Blogger juga agak berubah. Jadi lebi...
  • Andante (1)
    Genre: Romance. Angst. Family.  --- Chapter 1: Little Lady  --- Ini merupakan sebuah rahasia kecil. Hanya Tuhan, aku, dan p...
  • Special Thanks (at the end of the special year)
    Special Thanks (at the end of the special year)
    Sebenarnya...saya berterima kasih untuk semua orang yang terlibat dalam kehidupan saya tapi beberapa ucapan terima kasih berikut ini khusus...
  • Rindu (Last Part)
    Rindu (Last Part)
    Dahulu kamu serius, kamu rengkuh erat dalam kognisimu  Seolah-olah tiada mahkota lain ranumi lapang pandang Kamu verbalisasikan setia...
  • "Aventure"
    "Aventure"
    AllĂ´ para bloggers, comment allez-vous ? Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama saya menghadi...
  • On My Way
    --- I wasn't there the moment you first learned to breathe But I'm on my way, on my way -On My Way, by Boyce Avenue ...
  • Step by Step: A Rocky Road to Hijab Syar'i (Part 1 of 2)
    Jilbab syar'i hanya untuk para "akhwat shalihah" dan aktivis saja? Yang berjilbab syar'i berarti aktivis Rohis atau semac...

Contact

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Copyright © 2014 Buried Treasures All Right Reserved
Created by Arlina Design