Allô para bloggers, comment allez-vous? Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama saya menghadiri EHEF 2013 yang diselenggarakan 2 hari di Jakarta (hari ini dan besok). Saya datang hari ini bersama dua senior akhwat, Kak Jhane (FISIP) dan Kak Ayu (FMIPA). So, here's the story :)
Warning: Banyak selipan deskripsi trivial, "info penting", dan curcolness *orz*
Sabtu, 12 Oktober 2013, saya terbangun dalam keadaan galau karena masih belum mendapatkan kepastian perihal teman barengan ke EHEF 2013 yang sangat amat sedemikian rupa ingin saya datangi :" Kalau Minggu sih ada temannya tapi sayanya ora iso di hari Minggu *siapa nanya*. Saya belum kunjung mendapatkan kepastian dari Kak Jhane yang rencananya akan pergi bareng ke EHEF sama saya. Sampai akhirnya saya berpikir tidak apa-apa kalau saya harus pergi seorang diri (padahal waktu mau berangkat tadi pagi sudah diwanti-wanti mama jangan pergi sendiri, mama bisa baca pikiran saya agaknya-_-). Sembari menunggu kabar dari Kak Jhane, saya pergi menghadiri talkshow tentang Qurban di MUI diantar dengan motor oleh my little akhi & ukhti (baca: Mohamad Arif Andira & Syamila Dinda Andira). Arifku lagi pulang ke Depok loh, terus saya masih kerap norak terhadap dirinya karena sudah lama tak berjumpa orang sejangkung dia di rumah. Yaudah lah ya...
FYI, di acara talkshow tadi ustadznya mengemukakan quote yang bagus: "Takut adalah pangkal dari cinta". Makanya kalau beneran sayang sama Allaah pastinya ada ketakutan juga padaNya. Takut ditinggalkan, takut dijauhi, takut do'a-do'a kita tidak dikabulkan, takut tidak disayangi...begitulah.
Lalu di sela-sela acara handphone saya bergetar. Alhamdulillah Kak Jhane mengonfirmasi dan mengajak ketemuan di Stasiun UI pukul setengah 12. Saya sempat berpikir, nabrak dzuhur dong nanti? Padahal rencananya saya mau pergi setelah sholat dzuhur. Tapi saya iyakan saja, mungkin ada sesuatu hal. Pukul setengah 12 pun tiba, saya langsung capcus dari MUI, dan Kak Jhane sms saya lagi menanyakan di mana saya, langsung lah saya berlari di bawah terik matahari kala itu hingga sampailah saya di hadapan Kak Jhane yang sudah menunggu di halte Stasiun UI. Lalu kami bersalaman. Kak Jhane berkata, "Nggak usah lari-lari dek, ini juga masih nungguin teman aku kok." Katanya temannya itu (Kak Ayu) masih otw dari Kukel. Lalu aku dan Kak Jhane menunggu menunggu dan menunggu tapi beliau nggak kunjung muncul hingga 30 menit kemudian.
Akhirnya Kak Jhane menelepon Kak Ayu dan mendapati bahwa ternyata beliau sholat dzuhur dulu di kosan -___- Padahal ternyata Kak Ayu yang mengusulkan janjian pukul setengah 12. Tau gitu saya dan Kak Jhane juga sholat dzuhur dulu juga~di stasiun UI teu aya mushola pula. Yasudah lah tak apa. Kak Jhane yang tadinya juga sudah membeli tiket kereta untuk Kak Ayu pun mengembalikan kartunya ke loket. Saya dan Kak Jhane duduk manis menunggu kereta menuju Jakarta kota. Banyak banget orang euy, jangan-jangan pada mau ke EHEF semua :" Alhamdulillah sebelum kereta tiba, Kak Ayu datang setelah membeli tiket untuk dirinya sendiri. Finally~
Kereta datang dan benar saja, ramai pol serta super desak-desakkan. Alhamdulillah saya mendapat tempat di gerbong khusus wanita, walau berada di spot yang sangat amat kritis:) Saking penuhnya saya berdiri persis di depan pintu banget yang andaikata pintunya terbuka, cukup setengah langkah ke belakang saya bisa saja terpelanting *lebay* keluar (maaf norak, jujur saya jarang banget naik kereta ehehe). Tapi alhamdulillah ternyata tidak semua wanita di gerbong itu berniat untuk pergi ke EHEF 2013 *yaiyalah* karena sedikit demi sedikit saya mendapatkan posisi berdiri yang aman:)
Sesampainya kami bertiga di Stasiun Cikini, saya dan Kak Jhane langsung sholat dzuhur di mushola stasiun. Setelah itu, Kak Jhane mengajak untuk mencari makan dulu karena beliau baru sarapan makanan ringan. Saya bawa bekal sih, Kartika Sari oleh-oleh dari Arif *another info penting*. Tapi sampai saya pulang lagi pun tidak saya lahap segigitpun bekalnya karena saya ikut-ikutan Kak Jhane & Kak Ayu beli bento KFC yang kemudian kami makan bersama di dalam taksi menuju Sahid Jaya Hotel. Tapi berhubung hotelnya di seberang sehingga menyebabkan taksi harus muter jauh kalau ingin berhenti tok di depan hotel tersebut, Kak Jhane memilih menyetop taksi dan menyebrang melalui jembatan penyebrangan. Selama kami berjalan dari jembatan penyebrangan hingga pinggir jalan menuju Sahid Jaya Hotel, Kak Jhane & Kak Ayu agak waswas kelihatannya karena kami berpapasan dengan cukup banyak orang-orang yang menenteng tas EHEF 2013, sepertinya para peserta yang baru saja pulang. "Ko udah pada pulang ya?" tanya Kak Jhane. Tapi lalu saya menginformasikan bahwa acaranya dijadwalkan sampai pukul 6 sore, so no worries:)
Dan alhamdulillah, sampai juga kami di hotel tujuan. Megah, luas, & bersih banget...baru pertama kali saya ke sana:" Ada semacam pameran lukisan nusantara juga ternyata. Berhubung saya sangat mager dalam hal foto-foto, tak ada satupun foto di EHEF 2013 itu yang saya ambil. Betah-betah saja lah ya dengan narasi saya ehehehe. Kami mengisi daftar hadir dulu di lantai bawah, tapi yang dapat goody bag hanya Kak Ayu karena goody bagnya sudah habis :( Kak Jhane menyarankan agar kami berpencar saja karena nggak enak kalau harus saling tunggu-tungguan sementara Kak Jhane mau ngacir ke mana-mana. Akhirnya Kak Jhane cau sendiri dan saya jalan berdua dengan Kak Ayu. Kami naik dengan eskalator dan cuuutt..wah ramai sekali di sini....
Pertama kami mendapati stand yang mempromosikan sebuah film based on sebuah novel best seller yang akan segera tayang di bioskop kesayangan Desember nanti, yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa. Ada sang penulis yang juga merupakan suami Mbak Hanum S. Rais, Mas Rangga. Tapi tadinya saya nggak ngeh karena saya lebih fokus pada TV yang ada di stand itu yang menayangkan sedikit scene shooting film tersebut, ada Fatin Shidqia Lubis ternyata di film itu, saya baru tahu...entah ikut main atau hanya video klip untuk Ost. filmnya saja. Terus yang jadi Mbak Hanumnya Acha Septriasa kelihatannya.
Kemudian saya melihat Kak Ayu bersalaman dengan Mas-mas yang bilang, "Siapa namanya? Oh Ayu. Saya Rangga" terus Kak Ayu mengajak foto bareng terus saya masih belum ngeh juga kalau itu Rangga suaminya Mbak Hanum. Habis penampilannya seperti Mas-mas stand-stand pada umumnya gitu... Kak Ayu pun membeli novel di situ, mendapat tanda tangan Mas Rangga (tadinya saya masih bingung kenapa Mas itu kasih tanda tangan di setiap novel yang baru dibeli orang-orang dan kenapa juga Kak Ayu excited banget foto bareng beliau) lalu setelah kami meninggalkan stand, barulah saya bertanya itu siapa, lalu Kak Ayu bilang itu penulis bukunya. Ooooh "Rangga" tuh beneran Mas Rangga suaminya Mbak Hanum, yah beginilah the usual telmi Syaninta~
Lalu kami menemukan stand pendaftaran persis seperti yang ada di lantai bawah, jadi di stand itulah alhamdulillah saya mendapatkan goody bag EHEF 2013 seperti yang didapatkan Kak Ayu :) Berhubung saya ingin menonton presentasi Campus France sementara Kak Ayu ingin berkunjung ke tempat lain, jadilah kami berpisah jalan~saya pun memasuki ruangan tertutup yang merupakan tempat presentasi para univ. Saat saya masuk, ternyata Hungary yang sedang presentasi. Presentasinya pakai Prenzi *eh bener gasih* *infopentinglagi* dan yang presentasi 2 orang bule (1 cewek 1 cowok) yang mungkin merupakan Hungarian dengan menggunakan bahasa Inggris. Menurut yang cewek, kuliah di sana pakai bahasa Hungary dan bahasa Hungary itu unik. Dan untuk presentasi Hungary tadi tidak ada sesi tanya jawab.
Setelah presentasi Hungary usai, beberapa peserta meninggalkan ruangan dan digantikan oleh rombongan peserta lain yang juauuuuhhh lebih banyak buosh, karena apa? Karena saat itu giliran Campus France yang presentasi~
yeah, sebanyak itu peminat studi ke Perancis. Kali ini yang presentasi adalah orang Indonesia, plus sesi tanya jawab dan ada sedikit presentasi dari native Perancis yang lancar berbahasa Indonesia. Beliau tinggi banget, mungkin Arif pun kalah tinggi...*skip* Dari presentasi inilah saya mendapatkan pengetahuan baru, perihal bahwa pemerintah Perancis sangat mensubsidi pendidikan perguruan tinggi di sana sehingga mahasiswa cukup membayar uang pendaftaran, banyak beasiswa yang tersedia (dan yang paling menggiurkan adalah beasiswa EIFFEL,
I'll make sure to get that one when the time comes, aamiin). Terus *katanya* di Perancis tidak ada ranking-rankingan dalam universitas, semua universitas sama--negeri--dan tidak ada tes masuk semacam SNMPTN, SIMAK, dll.
Untuk bisa
apply, harus memberikan CV, ijazah DELF (nah ini yang harus paling diperjuangkan, saya harus lulus les bahasa Perancis minimal sampai level B1), dan semacam surat permohonan dan motivasi gitu ke profesornya~ Dan untuk studi Perancis,--berbeda dengan studi di Jerman--doi tidak meminta deposito, hanya meminta surat bukti bahwa orang tua/mahasiswa punya tabungan sekian di Bank untuk kuliah, tapi uangnya tidak akan diambil. Untuk makan, ada semacam kantin mahasiswa gitu, yang mana biasanya makanan-makanan di Perancis puluhan euro, di kantin itu kisaran makanan 1-3 euro saja...kata Mas yang presentasinya. Dan akan sangat bagus kalau bisa fasih bahasa Perancis karena akan sangat mudah untuk diterima magang/cari duit di sana. Sampai Masnya berhiperbolik,
"Pokoknya kalau kalian sudah menguasai bahasa Perancis, berarti kalian bisa menguasai seantero Perancis". Err oke.
Jadi kalau mau kuliah di Perancis, yang penting ya itu semua tadi + duit euro untuk biaya hidup *klasik* + minimal (?) seorang mahram untuk akhwat. Saya nggak diizinkan kuliah di luar negeri sama orang tua saya tanpa mahram, yah waktu saya nyaris kuliah di Unpad saja papa saya masih berat hati dan berniat untuk pensiun dini untuk menemani saya di Bandung~apalagi kalau sampai ke negeri orang yah -_- Makanya, do'akan saya dong supaya diberi jodoh yang ridha untuk menemani saya berkuliah di Perancis...hehe...
Pulpen hadiah saat presentasi Campus France :D
Usai presentasi Campus France, saya langsung keluar dan mencari
stand-stand universitas Perancis. Dan saya...sejujurnya...cukup kecewa karena ternyata tidak ada
stand dari universitas impian saya...Sorbonne. Tapi setelah saya telaah lagi, di bagian
stand-stand England, Oxford pun tidak ada, jadi saya baru ngeh bahwa EHEF memang tidak menghadirkan universitas-universitas yang sudah terkenal dan *istilahnya* tak perlu dipromosikan lagi. Ditambah lagi, universitas-universitas Perancis yang hadir di EHEF tadi tidak ada yang menyediakan jurusan psikologi. Kebanyakan jurusan yang ada teknik, bisnis, desain, mode... Kalau di
stand England sih universitas yang ada psikologi banyak, tapi setiap
stand universitas England ramai sekali, dan saya malas menunggu sesuatu yang tidak benar-benar saya minati. Jadi yah...cukup lama saya mondar-mandir sana-sini tanpa mengambil brosur satupun, berbeda dengan kebanyakan orang yang kayaknya brosur negara manapun diambil, hehe... Saya malas membawa pulang sesuatu yang jatuhnya nggak akan terlalu terpakai juga nantinya, jadi saya hanya baca-baca brosur, lalu saya kembalikan lagi ke tempatnya.
Saya juga menonton klip-klip testimoni para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Perancis melalui TV yang ada di stand Campus France. Salah satunya ada yang kuliah di Sorbonne--otomatis, doi berbicara dengan latar belakang gedung Sorbonne. Asyik banget..mau...;_;
Pukul 4 sore tiba, sudah waktunya saya, Kak Ayu, dan Kak Jhane berkumpul kembali dan pulang. Saya sms Kak Jhane bahwa saya menunggu di stand Campus France. Sementara menunggu, saya merasa melihat seseorang yang tidak asing. Ternyata orang itu adalah sahabatku yang cantik dan mancung, Karisa Zeisha Sahela bersama Mamanya waaaa~siapa sangka ternyata Zeisha juga datang. Saya menegur Mamanya, dan mereka juga
surprised, wuuu lalu saya dan Zeisha berpelukan ({}). Mereka sedang berada di stand Campus France juga dan saya kontan bertanya apa Zeisha ingin ke Perancis juga, tapi ternyata doi pinginnya ke Jerman. Mereka baru sampai sementara saya justru akan hendak pulang, jadi lalu kami berpisah jalan~
Kak Jhane cukup lama tak muncul-muncul, saya telepon di-
reject. Pasti sedang bertanya-tanya di suatu
stand. Lantas saya pergi ke bawah untuk mencari tempat sholat. Saya bertanya kepada satpamnya dan beliau bilang ada masjid di luar gedung hotel. Waah nggak nyangka Sahid punya masjid sendiri, guedeee dan bersih pula (sebelumnya Kak Jhane dan saya beranggapan akan sulit untuk sholat di sana karena ramai dan berasumsi bahwa hotel mungkin hanya menyediakan mushola yang kecil). Sebelumnya saya meng-sms Kak Jhane bahwa saya sudah di masjid. Setelah saya selesai sholat ashar, tilawah, dan ngaso-ngaso pun Kak Jhane belum kunjung memberi kabar, terus saya jadi rada haft gitu karena hari sudah sore dan khawatir keburu maghrib (ketauan banget sifat nggak sabarannya ya hehe).
Akhirnya saya telepon, ternyata Kak Jhane bilang beliau baru selesai dan baru akan menuju masjid. Setelah itu saya menunggu Kak Jhane sholat, selesai, Kak Ayu menunggu di bawah karena beliau berhalangan, dan kami pun berangkat~eh ternyata Kak Jhane dan Kak Ayu membawa seseorang yang juga hadir di EHEF, alumni Psikologi UI 2008! Saya baru kenal hehe dan maaf saya lupa namanya hiks, Teh siapa gitu... Lalu kami jadi saling tanya-tanya sedikit tentang ke-Psiko-an hehe. Setelah itu kami pisah jalan dengan si Teteh (yang tidak pulang ke Depok), naik metromini menuju stasiun Sudirman, menunggu kereta sekitar 15 menit, dan pulang hingga mendarat kembali di Stasiun UI,
alhamdulillah :)
Sesampainya di kampus, wah, ternyata hujan...saya pikir hanya gerimis. Ya sudah saya langsung naik ojek, lalu abang ojeknya berhenti di halte, bertanya ingin langsung lanjut terus atau berhenti dulu karena hujannya deras. Iya ding saya baru ngeh, hujannya deras. Saya maunya langsung jalan terus saja jadi abang ojek mengambil jas hujan terlebih dahulu sebelum kembali melaju. Jadilah saya sampai rumah dengan
alhamdulillah sehat sejahtera dan cukup basah-basahan, hehe...
Insight yang saya dapat dari acara EHEF 2013, walaupun saya tidak mendapatkan apapun tentang universitas yang saya impikan, setidaknya semangat untuk serius belajar bahasa Perancis dan mendapatkan DELF terbakar kembali setelah mendapatkan informasi mengenai studi Perancis tadi. Sebelumnya akhir-akhir ini saya sempat
demotivated (tadi saja saya
skip les Perancis demi menghadiri EHEF 2013 hari ini hehe) karena semakin hari semakin merasakan betapa bahasa Perancis itu susaaahh, hapalannya banyak, susah dieja, dan penuh pengecualian, mencernanya tidak sesimpel bahasa lain...(ah banyak ngeluh lu Vi, istighfar-_-) Tapi
alhamdulillah sekarang saya jadi semangat lagi :D Tapi saya harus fokus UTS dulu yang akan dimulai tanggal 16 nanti, mohon do'anya ya semuanya^^
Semoga
sharing saya yang kebanyakan curhat ini masih bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Untuk yang berminat studi
abroad ke Perancis juga, jangan kayak saya yang mudah malas dengan kerumitan bahasa Perancis ya. Sebenarnya asyik ko, hanya saja mungkin karena pikiran saya juga terbagi-bagi oleh materi perkuliahan yang tambah buanyak hehe, jadi yaah...tapi belajar bahasa asing termasuk Perancis itu asyik, asli:)
"...kalau Anda mau tapi masih merasa tidak bisa, berarti Anda tidak benar-benar mau." -Pak Dahlan Iskan
-Syaninta